Birth Mark
Sore, 2 hari yang lalu, iseng gw ke dokter kulit.
Sebenarnya bukan iseng tetapi karena gue mulai khawatir dengat bintik-bintik coklat yang bermunculan di bahu dan lengan atas di kanan kiri tangan gue. Jumlahnya belum sempat gue hitung, nantilah kalo gue ada waktu.
Bintik-bintik ini sebenarnya ga mengganggu, gatalpun ngga. Cuma, pacar gue yang ga enak ngeliatnya.
Ya sudah, pergilah gue ke dokter kulit di Kuta dekat Jogger.
Sesampainya disana gue mesti antri dan dapat antrian no. 10. Hmmm... bakal lama nih, mana dokternya belum datang. Disitu sudah ada 3 orang pria, 6 wanita, 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Tiap orang duduk di atas kursi plastik berwarna merah yang ada senderannya, kecuali 1 anak perempuan yang dipangku oleh seorang wanita, mungkin ibunya.
Ngapain sih gue ceritain orang lain?
Ga kenapa2, tapi gue sibuk menduga-duga, kira-kira apa penyakit orang-orang ini karena di papan nama yang tergantung di atas ruang periksa dokter tersebut tertulis "dr. ENDANG SUKRAWATI - Spesialis Kulit dan Kelamin". Hmmm... apa mungkin dari orang-orang yang sedang menunggu ini ada yang mengidap penyakit kelamin. Gue sih langsung menuduh 2 orang pria yang duduk di deret kiri depan gue. Baiknya gue jelaskan ciri-cirinya, sebut saja pria A, B, C dst. Pria A, mengenakan kemeja lengan pendek warna merah maroon, umur kira2 28 tahun, cukuran rambutnya sangat pendek, kulitnya putih dan tangannya sedikit berbulu. Kalau gue lihat tangannya sepertinya ga ada problem masalah kulit. Jadi gue duga dia mengidap penyakit kelamin terutama dari dandanannya yang metro banget gitu loh...
Ah.. udah ah ga usah ngomongin orang. Yang jelas gue jadi parno, terlebih karna gue nomor urut terakhir untuk diperiksa. Apa mungkin nanti gue bisa tertular penyakit mereka karena gue duduk di kursi yang bekas mereka duduki. Hiiii.... ceyem...
Okey. Si dokter datang dan kita diperiksa satu demi satu. Tiba giliran gue, gue ga mau duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter. Tapi langsung nunjukin bintik-bintik di kulit tangan gue. Tanpa ba-bi-bu dokter bilang bahwa ini diakibatkan karena sabun yang gue pakai sambil menyebut sederet merk sabun murah. Wew, gue diam aja. Terus ga berapa lama dia menuliskan sederet obat yang harus gue pakai dengan tulisan yang ga terbaca. Setelah itu dia mengeluarkan sabun yang gue kenal betul merupakan salah satu produk multilevel. Dalam hati gue, "buset dah ni dokter, tanpa cerita analisa apapun tentang penyakit gue, tau-tau ngeluarin sabun aja. Kalo memang mo jualan, jangan kaya gini dong caranya". Tapi yah... lagi-lagi gue cuma diam. Setelah bayar ongkos sabun dan mengambil resep yang selesai dia tulis, gue pun pulang.
Ga langsung pulang, tapi mampir dulu di apotik rujukan perusahaan untuk ngambil obat. Gue dapat pil yang harus diminum 3 biji sekaligus tiap pagi ditambah se mangkuk/botol? kecil salep yang nantinya harus dioleskan diatas bintik-bintik kulit gue.
Sesampai dirumah, dengan nafsu ingin menumpas bintik-bintik sial ini, gue langsung buka baju dan mulai mengoles salep yang gue dapat tadi. Setelah oles sana oles sini, tiba-tiba mata gue tertumbuk pada satu area dibawah lipatan lengan kanan gue. Disitu warnanya berbeda. Tidak seperti bintik-bintik yang berupa lingkaran coklat dengan diameter 2mm, melainkan seperti huruf H dengan tinggi 2cm. Setelah gue perhatikan lagi, ternyata itu lebih mirip tanda lahir (birth mark). Birth mark?? Gue yang sekian tahun hidup ini ga pernah menyangka punya tanda seperti ini, yang letaknya di antara dada kanan dan punggung 10 cm dibawah ketiak. Selama ini kalau membicarakan tanda lahir dengan ibu gue, dia selalu dengan pasti bilang, "Jod, elo ga punya tanda lahir, jadi ga usah repot mencari-cari diseluruh tubuh", dan kalimat itu selalu berulang-ulang dikatakannya setiap kali gue membicarakan tanda lahir. Yah.. agak terkejut sedikit, terutama melihat bentuknya yang persis huruf H. Gue jadi menduga-duga, apa ya artinya..?? Atau memang ga ada arti apa-apa selain karena kulit gue mengalami pigmentasi.
Biarlah... Yang jelas sekarang gue tau kalau gue punya tanda lahir.







1 Comments:
H itu artinya apa? Hoddy? Wakakwakwak....
Eh, dokter itu kayaknya kemakan omongannya Robert Kiyosaki juga yah? Atau malah Anne Ahira?
Duh... dunia makin menjengkelkan kalo penuh dengan orang-orang seperti itu dah.
Post a Comment
<< Home