Friday, November 04, 2005

When Larry Met Sergey

Sebenarnya tulisan berikut bukanlah tulisan ku. Melainkan tulisan yang dikirimkan ke sebuah mailing list Newbie... Karena kisahnya sangat berkesan (bagi gue sih..) maka apa salahnya kalau ku bagi buat sahabat-sahabat(penggunaan kata ini karena daku begitu terpengaruh komunitas maya A'a Gym) sekalian.
Cerita berikut tanpa modifikasi ataupun tambahan sedikitpun dari saya(karna memang gue malas nambahin apa2 hehehe...)
Oke langsung saja...

==== Original Story Begin ====
From: Bidin
Date: Sat Oct 29, 2005 6:48 pm
Subject: When Larry Met Sergey

When Larry Met Sergey
Google makin mengukuhkan diri sebagai mesin pencari terbesar di dunia. Tak banyak yang tahu, sukses Google digawangi dua anak muda berusia 30 tahun, Larry Page dan Sergey Brin. Berawal di tahun 1998, Larry Page dan Sergey Brin dua orang mahasiswa Universitas Stanford, berniat mendirikan perusahaan dotcom baru.
Perusahaan yang kemudian terkenal dengan mesin pencari tersebut, mengawali usahanya pada sebuah kamar kontrakan sederhana di Menlo Park, California.


Kamar tersebut terletak di dalam rumah milik Susan Wojcicki. Dengan sewa sebesar US$1.700 per bulan, Larry Page dan Sergey Brin mulai mewujudkan gagasan di kepala mereka, Google.


Google sendiri berasal dari kata googol yang ditemukan oleh Milton Sirotta, keponakan dari ahli matematika Amerika Serikat, Edward Kasner. Googol adalah sebutan untuk angka 1 diikuti 100 nol. Di dunia ini tidak ditemukan satupun googol apakah itu bintang, partikel atau atom. Penggunaan kata
Google untuk merefleksikan misi perusahaan dalam mengorganisasikan jumlah informasi yang bisa mereka sediakan di web.

Dari sebuah kamar kontrakan, hari ini, kawasan tersebut bagaikan surga dengan jumlah pekerja mencapai 1.000 orang. 60 diantara pekerjanya bertitel Phd. Berbagai makanan dan es krim tersedia gratis di tempat tersebut.

Kolam renang dan meja ping-pong, ditambah kebebasan untuk menghabiskan 20 persen jam kerja untuk kegiatan luar ruangan. Mereka menyebut tempat tersebut sebagai Googleplex.
"Mereka mewujudkan Google menjadi lingkungan dengan suasana yang mereka impikan," ujar Wojcicki.

Google sendiri, dalam waktu lima tahun telah menjadi mesin pencari internet yang dominan. Para kompetitor tertinggal jauh, dan ada yang akhirnya malah menjadi konsumen Google. Diantaranya, ada Yahoo dan AOL, yang melisensi teknologi Google dan merunut queri pencarian mereka melalui Google.

Secara keseluruhan, Google mampu menyuguhkan 75 persen dari total pencarian," kata Danny Sullivan, editor untuk newsletter online, Search Engine Watch,seperti diberitakan USA Today, Selasa (26/8/2003).*/ "Kecanggihan Google/* */sampai membuat orang berpikir bahwa jika suatu subjek tidak ditemukan di /* */Google, maka subjek tersebut pasti tidak ada," /*Google meningkatkan
metode pencariannya.

Saat ini, Google mampu melayani 200 juta pencarian per hari, lebih dari 2.300 pencarian tiap detiknya yang ditampilkan dalam 88 bahasa. Google mengindeks 3,1 milyar halaman web dengan didukung oleh 10.000 super komputer. "Kami sangat berutung, kami melakukan banyak peningkatan, dan kami memilik lebih banyak kesempatan untuk maju," ujar Page, 30. Brin, pendiri Google lainnya menambahkan bahwa yang paling menarik adalah mengetahui betapa pentingnya fasilitas pencarian bagi orang-orang dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap murid SMA, mahasiswa dan karyawan baik di Indonesia dan seluruh dunia kini mudah sekali bergantung pada Google.

Saat ini, ada 6 milyar halaman web, dan jumlah tersebut terus bertambah. Mengorganisir sekian banyak halaman web merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketekunan. Yahoo merupakan perusahaan pertama yang menyuguhkan direktori web site yang dikerjakan oleh satu tim editor.
Akan tetap untuk mencakup web yang lebih luas, Yahoo harus menengok sumber-sumber
luar untuk menemukan software untuk menyusupkan halaman-halaman web dan mengindeks mereka menurut kata kunci.

Google mendasarkan pencariannya berdasarkan popularitas. Menilai halaman-halaman website berdasarkan banyaknya link situs lain, ke situs tersebut. Lebih banyak link ke situs tersebut, makin tinggi posisi situs tersebut di hasil pencarian Google. Google menamai sistem peringkat ini sebagai PageRank.

Teknologi yang diterapkan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan hasil pencarian yang sesuai, namun juga mengutamakan kecepatan. Hasil pencarian untuk topik-topik populer seperti pemilihan ulang di Kalifornia, mendatangkan lebih dari 1 juta link dalam seperlima detik.

Sistem tersebut, dibuat ketika Brin, imigran Rusia, bertemu Page. Saat itu, keduanya sedang menempuh pendidikan untuk mendapat gelar PhD di Universitas Stanford. Brin dan Page, salah seorang putra profesor ilmu komputer di Michigan State University, memutuskan untuk bekerja sama dalam proyek teknologi mesin pencari. Kedua orang ini, mulai menemukan peluang ketika 10.000 siswa dan profesor mulai menggunakan mesin pencari tersebut secara teratur.

Google selalu dapat menjelaskan bahwa kunci sukses mereka terletak pada konsistensi mereka dalam mengembangkan teknologi mesin pencari. "Kami tidak akan pernah berpaling dari teknologi mesin pencari," ujar Page. Ini dicatat betul dalam 10 kunci sukses Google pada urutan kedua "It's best to do one thing really really well."

Saat ini, Google mendapat kompensasi yang pantas atas kesuksesannya. Banyak analis memperkirakan, pendapatan Google berkisar antara US$600 juta sampai US$800 juta pada tahun ini. Pendapatan tersebut didapat melalui iklan dan biaya lisensi, dan dari banyak website yang membayar untuk memungkinkan user menemukan domain mereka melalui Google.

Dikatakan Wojcicki, meskipun Brin dan Page sudah makmur, mereka tetap bekerja seperti biasa, dan jauh dari kesan eksentrik. Sekali waktu mobil Brin pernah rusak dan masih direparasi di bengkel. Namun, tidak dengan membeli mobil baru -sesuatu yang gampang dilakukannya-Brin pilih ke kantor
dengan naik skateboard. Bersahaja dan sangat pantas ditiru oleh orang Indonesia.


rgds
==== End of The Story ====

4 Comments:

At 11/04/2005 10:42 PM, Anonymous Anonymous said...

Kenapa Brin dan Page tetap bersahaja padahal pendapatnnya berlimpah? Beda ya ama orang kita. Liat anak2 ABG yg jelas2 masih bergantung, tapi penampilannya udah jetset.. (gw jd dulu ABG euy he he he).

Kuncinya ternyata, orang kita punya moto "biar tekor asal kesohor"... ha ha ha...

 
At 11/05/2005 10:09 AM, Blogger storyano said...

Betul itu... Waktu ABG gue pengen begitu, tapi ternyata ga bisa euy... Gue bersahaja karena emang ga ada biaya.. hihihi...

 
At 11/06/2005 9:28 PM, Blogger Barkah said...

buzzzzzzzz.... otak gw masih nyari cara yang efisien untuk jadi kaya. buzzzzzzzz .........

 
At 11/08/2005 4:58 PM, Blogger storyano said...

ciaat....ciaattt...bettt..bettt... sama ManQ... Gw juga... dan jawabannya mentok ke ngepet.. pengasihan... nyi blorong... dllll... Hiii...sereeemm..

 

Post a Comment

<< Home