Sunday, January 01, 2006

Kebebasan Murni

"Freeeedoooom"
Begitulah kata-kata terakhir yang diucapkan William Wallace sebelum kepalanya dipenggal sebilah kapak besar yang diayunkan oleh algojo berbadan kekar. William Wallace, seorang martir asal Skotlandia yang berperang melawan Inggris dan berakhir dengan kematiannya setelah ditangkap dengan tipu muslihat Raja Inggris waktu itu.


Sebenarnya adegan di atas adalah kutipan dari film Brave Heart-nya Mel Gibson yang berulangkali diputar di televisi.

Gue sama sekali ga tertarik untuk mengulas film tersebut. Yang jadi perhatian gue adalah, ide berperang demi mendapatkan kebebasan.

Apakah benar ada kebebasan??
Sejauh yang gue bisa pikirkan. Sampai kapanpun tidak ada yang namanya kebebasan. Satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah dengan menjadi TUHAN.
Why?
Bagaimana mungkin kita bebas. Kita hidup dengan sangat terikat dengan berbagai hukum. Entah hukum negara, hukum fisika, hukum agama dan lain-lain. Sebebas apapun engkau, tetap aja terikat. Bahkan lebih parah lagi, meskipun kita mati, kita tidak bebas begitu saja. Makanya ada surga dan neraka yang fungsinya sebagai hasil pertanggungjawaban kita saat hidup. Terus, apa kalo kita masuk surga berarti kita bebas?? Coba pikir lagi deh sebelum nanya kayak gitu. Bukannya berarti kita terkurung di dalam surga??

Intinya, selama kita ini berupa ciptaan sesuatu yang maha segala-galanya maka kita ga akan pernah bebas.

Kebebasan murni itu tidak ada. Yang ada adalah penghambaan abadi.
Kebebasan Murni hanya milik Tuhan. Kebebasan manusia adalah kebebasan semu. Berjuang untuk sesuatu yang semu hanyalah sia-sia.

Selamat menikmati kehidupan sebagai hamba. Hamba selamanya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home