Broken Memory #2
Suatu malam, entah ada di mana.
Aku duduk di teras sebuah rumah.
Bersama adik ku yang bungsu di usia 12 tahun.
Dia bersandar di pintu rumah tersebut.
Tak ada sepatah katapun yang terucap.
Adikku memandang jalan di depan rumah.
Aku menatap langit malam.
Dalam bisu,
aku memandang langit dengan penuh kekaguman.
Begitu banyak tulisan warna hijau berpendar.
Berputar-putar bagai cincin saturnus.
Tidak membentuk 1 cincin. Tetapi banyak.
Makin lama makin mirip putaran beberapa elektron
yang mengelilingi inti atom di mana bumi sebagai
inti atom itu sendiri sedangkan tulisan itu adalah
bentuk lintasan elektron.
Aku tidak mengerti isi tulisan tersebut.
Sepertinya, mirip potongan rumus-rumus fisika,
matematika dan semacamnya. Rumus-rumus yang
aku tidak kenal sama sekali.






