Apaan neh?
Gitu kali ya pertanyaan yg muncul saat membaca judul di atas. Atau, pasti mo bahas tentang tulisan sebelumnya yang pake judul Broken *shit* of sumthing...
Bla..bla..bla... paling males kalo mesti nulis pembukaan...
Baiklah.. mari kita mulai...
Broken Memory mungkin adalah tulisan yang paling tidak masuk akal. Karena peristiwa yang terjadi banyak yang tidak bisa dijelaskan menurut logika. Dan gue menulisnya begitu saja seperti apa yang gue alami.
Haahh?? alami?? maksudnya??
Hmm.. gimana ya. Maksudnya begini, peristiwa yang terjadi dalam BM (singkatan yang gue pake untuk Broken Memory. Males ngetik kata itu berulang-ulang) kebanyakan adalah peristiwa yang terjadi di masa lampau dan bercampur dengan peristiwa saat ini dalam sebuah realita yang baru.
Realita baru???
Arrghh.. kebanyakan nanya. Habis apa dong kalo bukan sebuah realita baru..?? Dua peristiwa dalam waktu yang berbeda terus dijadiin satu dan akhirnya melahirkan sebuah peristiwa baru apa ga bisa disebut sebuah realita baru??
Aneh...!!
Memang aneh. Bahkan dalam pencampuran dua peristiwa beda waktu tersebut muncul pula peristiwa-peristiwa yang belum pernah gue alami sebelumnya. Jelas ini bertolak belakang dengan pernyataan bahwa BM adalah pencampuran peristiwa yang gue alami di masa lampau dan sekarang. Padahal peristiwa yang belum/tidak gue alami yang muncul, itu artinya kan sesuatu yang sama sekali belum pernah terjadi. Makanya gue sebut sebuah realita baru.
Kenapa hal ini bisa muncul??
Nah, gw masih belum punya jawaban untuk pertanyaan ini. Tapi kalo asumsi, wahh.. banyak banget..
Gue akan menuliskan asumsi favorit gue:
Masih ingat atau mungkin pernah tahu tool defragment yang disediakan OS Windows? Tool yang dipake untuk merapikan kembali file-file yang berantakan dalam suatu drive, mengaturnya dalam sebuah index tertentu disesuaikan dengan perilaku pemakaian komputer, agar dapat mempercepat pengoperasian komputer di masa yang akan datang (begitulah kurang lebih pengartian defragment komputer menurut gue). Gue rasa, hal seperti itu juga terjadi di otak kita. Dimana saat idle, sebuah mekanisme mirip defragment bekerja secara otomatis, menyusun file-file berdasarkan prioritas pemakaian dan sebagainya. Defragment yang baik semestinya tidak mengganggu kita dan berjalan di background secara diam-diam tanpa sama sekali kita sadari.
Apa kaitannya neh dengan BM??
Menurut gue(sekali lagi ini cuma asumsi) saat penyusunan kembali file-file dalam otak yang sistimnya cabut sini isi sana atau cabut sana isi sini terkadang ada sebagian file tersebut secara tidak sengaja terbaca oleh sensor otak yang lain, misal:penglihatan, pendengaran, dan panca indra lain. Potongan-potongan yang diterima tersebut membuat kita seolah-olah mengalami sebuah peristiwa masa lampau yang sepotong-sepotong dan bahkan merupakan campuran beberapa file memori. Dan yang lebih parah lagi, tercampur antar kejadian sebenarnya dengan imajinasi kita.
Hasilnya?? Mengagumkan.
Sesuatu yang sulit dijelaskan tapi bisa kita gambarkan dengan sempurna dan seolah kita pernah mengalaminya. Mungkin lebih tepat kalo gue bilang, sebuah realita palsu.
Tapi, apa benar itu realita palsu??
Ini juga gue ga berani jawab.
So, what about vision...
Vision is....