Blank

Yup...blank...
Gw selalu bertanya-tanya...
Kenapa diantara 3 pilihan pada internet explorer untuk dibuka
saat mendobel klik ikon e biru itu, ada pilihan blank...?
Disamping itu... kenapa ada about-nya??
Segitu pentingnya kah sebuah blank?
yang efeknya, saat membuka internet explorer yang ditampilkan hanya layar putih (default setting).
Blank.... mungkin memang ada gunanya.
Disamping bookmark dan lain-lain.
Setelah bertahun-tahun browsing gak karuan, akhirnya gw ketemu juga suatu masa, dimana saat duduk di kantor dan memulai ritual browsing, gw harus terhenyak dalam duduk, bahwa gw gak tau mau buka situs apa? mo nyari info apa? ato sekedar iseng mo baca apa?
Yup, completely blank. Dan keadaan ini makin diperindah dengan setting ie. saat pertama kali dibuka adalah blank :)
Apakah gw sudah mencapai fase untuk benar-benar berubah menjadi kodok? Yang lompat kesana-kemari, terkadang terlindas roda kendaraan yang lewat saat kodok nekat menyeberang jalan? Atau menjulur-julurkan lidah dipinggir kolam ke arah nyamuk-nyamuk yang ngerumpi didekatnya? Ato sekedar iseng jilat2 pinggir kolam yang dipenuhi semut-semut yang giat mencari makan? Ato berteriak-teriak memanggil kodok wanita saat hujan mulai turun yang kemudian diikuti sambitan manusia yang merasa tidurnya terganggu?
Sama sekali tidak jelek untuk menjadi kodok. Tetapi apa tugas gw sebagai manusia sudah selesai sehingga harus melanjutkan transformasi menjadi kodok? Yang ini gw gak tau.
Yang jelas, saat pikiran sudah mencapai fase blank, itu adalah kondisi yang paling menyedihkan bagi gw seorang manusia. Seolah lupa dengan semua tujuan gw, lupa dengan semua obsesi gw, lupa dengan sekeliling gw, dan lupa dengan hakikat manusia.
Tidak baik terlalu lama bersedih, sudah saatnya yang blank itu kita coret-coret lagi. Mari kumpulin warna, pertajam pinsil, celupkan tinta lalu goreskan diatas kanvas blank itu.






