Monday, December 04, 2006

Apa Tujuan Mu??

Ga terasa, sudah 3 bulan gw kuliah (lagi..)
Yup, mulai september kemaren...
Ambil kelas eksekutif masuknya cuma sabtu - minggu.

So, sudah bisa ditebak, kalo yang kuliah di hari itu adalah mayoritas
para pegawai. Ada yang dari telkom, airline, pro-XL, buying agents,
travel, ibu rumah tangga (?), pengusaha garmen, marketing,
Bank, Guru honorer, programmer (?), tukang antar barang,
pegawai toko, dan gue (tukang ketik pemerintah).

Dari berbagai profesi di atas, yang paling cocok untuk
mengambil jurusan Sistem Komputer adalah yang programmer
itu. Jelas jadi tanda tanya besar, untuk apa orang2 dari profesi
lain, ikut kuliah semacam itu?

Setiap mereka saya tanya satu persatu, dan tidak satupun
jawabannya untuk meningkatkan karir mereka di pekerjaan.

Kesimpulan ku tanpa menanyakan, bahwa mereka kuliah
karena minat mereka sama. "KOMPUTER"

Saat perkuliahan berjalan, untuk mata kuliah pemrograman,
jelas kelihatan kalau gw lebih menonjol. Walaupun
cuma ngikutin materi aja. Setiap PR pemrograman yang ada,
selesai saya buat, selalu saya e-mail ke teman2 itu sambil
menambahkan pesan, jangan ragu untuk bertanya kalo
menemukan kesulitan...

Dan mereka memang gak ragu untuk nanya, sampe2
saya kewalahan karena harus menjawab pertanyaan 10 orang
dimana masing-masing minta diperhatikan.

Setiap pertanyaan mereka, pasti ku jawab dengan sejelas-jelasnya.
Bila perlu dijelaskan ulang dari awal sampai mereka benar2 paham.
Dan itu terus aku lakukan tanpa perduli sebodoh apapun pertanyaannya.

Sampai suatu saat, salah seorang teman kuliah, yang juga sering
bertanya, bahkan sampai bela-2in datang ke Rumahku hanya untuk
menyelesaikan 1 PR pemrograman, mengajukan satu pertanyaan
yang gak pernah aku harapkan.

"APA TUJUAN MU MELAKUKAN ITU SEMUA??"

Damn, after all question about programming, now he's asking
my motivation to help them..?

Saat itu, gw bilang:

"Gw gak punya tujuan apa-apa. Gw cuma pengen, loe semua
punya kemampuan yang setara sama gw dalam pemrograman. "

"Memangnya apa untungnya buat kamu kalo skill kita sama?"

"Pada saat skill kita sama, atau saat skill loe melampui gw,
saat itulah yang gue tunggu-tunggu. Dengan begitu, gw bisa memacu
diri gue untuk berlomba menyaingi kalian, kemudian mengalahkan
kalian. Rasa yang didapat benar-benar gak ternilai...!"

"Kenapa kamu mesti repot, saat ini kami sudah kalah??"

"Gw gak pernah nganggap kalian kalah. Gw anggap kita belum
mulai. Untuk itu tugas gw adalah menyiapkan kalian untuk
menghadapi gw nanti."

"Ahh.. Gw gak ngerti (sambil ngeloyor pergi)"

"you will understand that my friend (sambil terus mengetik)"