Saturday, November 26, 2005

Kutukan

Mungkin ini bukan topik yang menarik, apalagi ilmiah. Hmm.. saya rasa bukan tugas saya untuk menulis sesuatu yang menarik.
Well, umat Islam pasti tahu. Adalah Tuhan yang pertama kali mengutuk, yaitu saat Iblis tidak menuruti perintah-Nya untuk sujud kepada Adam, bapak moyang kita. Ada di Al-Qur'an Surat apa ayat berapa? Cari sendiri... :p Yang lucu, Iblis tidak balik mengutuk manusia, akan tetapi malah berdo'a agar umurnya dipanjangkan sampai akhir zaman. Mengapa begitu? Wah, yang ini sih tugas ulama untuk menjawab.
Lalu, apakah kita manusia boleh mengutuk???
Dulu, saya pernah membaca sebuah kisah tentang kutukan yang masih tersisa sedikit di dalam otak saya yang kosong.
Saat Islam sedang berkembang, ada lima orang pendeta yang kurang suka dengan perkembangan itu dan sudah kehabisan akal untuk menghentikannya. Mereka lalu menemui Muhammad SAW dan menantangnya untuk saling mengutuk tentang kebenaran Islam. Nabi pun menyanggupinya. Maka ditentukanlah waktu dan tempat untuk melaksanakan aksi kutuk-mengutuk itu. Kutukannya sederhana dan berlaku tujuh turunan. Saat tiba waktu pelaksanaannya, Nabi pun datang. Bersama beliau, Ali bin Abi Thalib, Fathimah, Hasan bin Ali dan Husein bin Ali. Akhir kisah, lima pendeta yang menantang tersebut membatalkan acara kutuk-mengutuk setelah melihat lima orang yang berdiri di depannya. Mereka takut setelah melihat figur lima orang tadi dan berpikir, "Apapun yang lima orang ini minta, maka langit pasti akan mengabulkannya". Acara tersebut batal dengan sukses.
Dari kisah tersebut bisa kita simpulkan:
  1. Untuk sebuah pertikaian, bisa diselesaikan juga dengan cara saling kutuk.
  2. Jumlah peserta min/max lima orang diutamakan sedarah dan memiliki ahlak yang baik
  3. Waktu dan tempat ditentukan dengan jelas dan disepakati oleh kedua belah pihak
  4. Hasil kutukan berlaku tujuh turunan dan tidak bisa dibatalkan
  5. Yang ini ga jelas, boleh disaksikan orang lain atau tertutup
  6. Penantang atau yang ditantang boleh membatalkan acara tersebut
  7. Silahkan simpulkan sendiri...

Hmm.. ini berarti kita manusia boleh mengutuk ya?

Suatu saat, saya bertemu dengan seseorang yang benar-benar amat sangat menyebalkan. Berhari-hari berinteraksi dengan orang tersebut dan tidak sedikitpun berkurang perlakuannya yang menyebalkan. Dengan emosi yang memuncak karena amarah yang telah berbulan-bulan saya pendam, akhirnya, saya mengutuknya. Saat itu saya sudah tidak perduli lagi dengan apa yang akan terjadi. Saya benar-benar mengutuknya dengan setulus hati. Isi kutukannya sederhana, "Sengsara dunia - akhirat".

Seminggu setelah peristiwa itu, saya perlahan mulai menyesalinya. Kenapa saya harus mengutuknya. Dan yang lebih parah lagi, saya tidak tahu bagaimana membatalkan kutukan itu dan menghentikan proses kutukannya.

Waktupun berlalu, secara perlahan saya berusaha melupakannya. Meski begitu, saya tahu persis hal-hal buruk yang menimpa orang itu. Dan terus menghantuiku.

Saat itu saya berjanji tidak akan pernah mengutuk lagi, kecuali kepepet ;)

Tuesday, November 22, 2005

Broken Memory #1

Aku terbangun dalam cahaya yang tidak terang.
Di suatu tempat yang tidak begitu jauh dari kamar kosku.
Aku bertemu dua wanita.
Pacarku dan seorang wanita keturunan China yang tidak ku kenal.
Saat itu, dengan senyuman, pacarku meninggalkan kami berdua.
Wanita itu, umurnya sekitar 19 tahun.
Tingginya mungkin 158cm dengan rambut panjang sebahu,
dikuncir 1. Perawakannya agak gemuk.
Begitu banyak waktu yang kuhabiskan bersamanya.
Tanpa sedikitpun aku tahu siapa namanya.

Suatu waktu, antara yang nyata dan tidak.
Ingatanku bertambah hancur
Saat aku tidak bisa mengenali lagi.
Siapa pacarku yang sesungguhnya.

Friday, November 04, 2005

When Larry Met Sergey

Sebenarnya tulisan berikut bukanlah tulisan ku. Melainkan tulisan yang dikirimkan ke sebuah mailing list Newbie... Karena kisahnya sangat berkesan (bagi gue sih..) maka apa salahnya kalau ku bagi buat sahabat-sahabat(penggunaan kata ini karena daku begitu terpengaruh komunitas maya A'a Gym) sekalian.
Cerita berikut tanpa modifikasi ataupun tambahan sedikitpun dari saya(karna memang gue malas nambahin apa2 hehehe...)
Oke langsung saja...

==== Original Story Begin ====
From: Bidin
Date: Sat Oct 29, 2005 6:48 pm
Subject: When Larry Met Sergey

When Larry Met Sergey
Google makin mengukuhkan diri sebagai mesin pencari terbesar di dunia. Tak banyak yang tahu, sukses Google digawangi dua anak muda berusia 30 tahun, Larry Page dan Sergey Brin. Berawal di tahun 1998, Larry Page dan Sergey Brin dua orang mahasiswa Universitas Stanford, berniat mendirikan perusahaan dotcom baru.
Perusahaan yang kemudian terkenal dengan mesin pencari tersebut, mengawali usahanya pada sebuah kamar kontrakan sederhana di Menlo Park, California.


Kamar tersebut terletak di dalam rumah milik Susan Wojcicki. Dengan sewa sebesar US$1.700 per bulan, Larry Page dan Sergey Brin mulai mewujudkan gagasan di kepala mereka, Google.


Google sendiri berasal dari kata googol yang ditemukan oleh Milton Sirotta, keponakan dari ahli matematika Amerika Serikat, Edward Kasner. Googol adalah sebutan untuk angka 1 diikuti 100 nol. Di dunia ini tidak ditemukan satupun googol apakah itu bintang, partikel atau atom. Penggunaan kata
Google untuk merefleksikan misi perusahaan dalam mengorganisasikan jumlah informasi yang bisa mereka sediakan di web.

Dari sebuah kamar kontrakan, hari ini, kawasan tersebut bagaikan surga dengan jumlah pekerja mencapai 1.000 orang. 60 diantara pekerjanya bertitel Phd. Berbagai makanan dan es krim tersedia gratis di tempat tersebut.

Kolam renang dan meja ping-pong, ditambah kebebasan untuk menghabiskan 20 persen jam kerja untuk kegiatan luar ruangan. Mereka menyebut tempat tersebut sebagai Googleplex.
"Mereka mewujudkan Google menjadi lingkungan dengan suasana yang mereka impikan," ujar Wojcicki.

Google sendiri, dalam waktu lima tahun telah menjadi mesin pencari internet yang dominan. Para kompetitor tertinggal jauh, dan ada yang akhirnya malah menjadi konsumen Google. Diantaranya, ada Yahoo dan AOL, yang melisensi teknologi Google dan merunut queri pencarian mereka melalui Google.

Secara keseluruhan, Google mampu menyuguhkan 75 persen dari total pencarian," kata Danny Sullivan, editor untuk newsletter online, Search Engine Watch,seperti diberitakan USA Today, Selasa (26/8/2003).*/ "Kecanggihan Google/* */sampai membuat orang berpikir bahwa jika suatu subjek tidak ditemukan di /* */Google, maka subjek tersebut pasti tidak ada," /*Google meningkatkan
metode pencariannya.

Saat ini, Google mampu melayani 200 juta pencarian per hari, lebih dari 2.300 pencarian tiap detiknya yang ditampilkan dalam 88 bahasa. Google mengindeks 3,1 milyar halaman web dengan didukung oleh 10.000 super komputer. "Kami sangat berutung, kami melakukan banyak peningkatan, dan kami memilik lebih banyak kesempatan untuk maju," ujar Page, 30. Brin, pendiri Google lainnya menambahkan bahwa yang paling menarik adalah mengetahui betapa pentingnya fasilitas pencarian bagi orang-orang dalam berbagai aspek kehidupan. Setiap murid SMA, mahasiswa dan karyawan baik di Indonesia dan seluruh dunia kini mudah sekali bergantung pada Google.

Saat ini, ada 6 milyar halaman web, dan jumlah tersebut terus bertambah. Mengorganisir sekian banyak halaman web merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketekunan. Yahoo merupakan perusahaan pertama yang menyuguhkan direktori web site yang dikerjakan oleh satu tim editor.
Akan tetap untuk mencakup web yang lebih luas, Yahoo harus menengok sumber-sumber
luar untuk menemukan software untuk menyusupkan halaman-halaman web dan mengindeks mereka menurut kata kunci.

Google mendasarkan pencariannya berdasarkan popularitas. Menilai halaman-halaman website berdasarkan banyaknya link situs lain, ke situs tersebut. Lebih banyak link ke situs tersebut, makin tinggi posisi situs tersebut di hasil pencarian Google. Google menamai sistem peringkat ini sebagai PageRank.

Teknologi yang diterapkan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan hasil pencarian yang sesuai, namun juga mengutamakan kecepatan. Hasil pencarian untuk topik-topik populer seperti pemilihan ulang di Kalifornia, mendatangkan lebih dari 1 juta link dalam seperlima detik.

Sistem tersebut, dibuat ketika Brin, imigran Rusia, bertemu Page. Saat itu, keduanya sedang menempuh pendidikan untuk mendapat gelar PhD di Universitas Stanford. Brin dan Page, salah seorang putra profesor ilmu komputer di Michigan State University, memutuskan untuk bekerja sama dalam proyek teknologi mesin pencari. Kedua orang ini, mulai menemukan peluang ketika 10.000 siswa dan profesor mulai menggunakan mesin pencari tersebut secara teratur.

Google selalu dapat menjelaskan bahwa kunci sukses mereka terletak pada konsistensi mereka dalam mengembangkan teknologi mesin pencari. "Kami tidak akan pernah berpaling dari teknologi mesin pencari," ujar Page. Ini dicatat betul dalam 10 kunci sukses Google pada urutan kedua "It's best to do one thing really really well."

Saat ini, Google mendapat kompensasi yang pantas atas kesuksesannya. Banyak analis memperkirakan, pendapatan Google berkisar antara US$600 juta sampai US$800 juta pada tahun ini. Pendapatan tersebut didapat melalui iklan dan biaya lisensi, dan dari banyak website yang membayar untuk memungkinkan user menemukan domain mereka melalui Google.

Dikatakan Wojcicki, meskipun Brin dan Page sudah makmur, mereka tetap bekerja seperti biasa, dan jauh dari kesan eksentrik. Sekali waktu mobil Brin pernah rusak dan masih direparasi di bengkel. Namun, tidak dengan membeli mobil baru -sesuatu yang gampang dilakukannya-Brin pilih ke kantor
dengan naik skateboard. Bersahaja dan sangat pantas ditiru oleh orang Indonesia.


rgds
==== End of The Story ====

Period

.

Tuesday, November 01, 2005

Kekacauan di suatu malam

Malam tadi, atau lebih tepatnya jam 2 pagi. Gw mencoba memejamkan mata seusai acara dunia ikan di TV7. Namun seperti biasa, walaupun mata gw terpejam, pikiran tetap melayang-layang tanpa kompromi. Merem-melek-merem-melek, wew... Akhirnya sepuluh menit pergulatan itu berakhir setelah sekelumit kecil do'a pengantar tidur kupanjatkan.

Akankah gw nyenyak dalam damai??
Eiitt... tunggu dulu...
Ini bukan sebuah kisah yang akan berakhir bahagia. Dimana yang tertindas dan menangis akhirnya hidup penuh nikmat dengan pasangannya yang cantik/tampan mungkin juga kaya raya layaknya dalam sinetron. Bukan itu teman...

LALU APAAAA!!?? Darn..!! wasting time nih...
Oke-oke cut the rotten words off (ini maksudnya stop basa-basi kali yaa? Sok english banged deh..)

Layaknya orang tidur, dimana kesadaran hilang untuk sesaat, dan semua kendali ada dibawah sadar, maka gue pun seperti itu (astaga apa hebatnya sih?). Justru itu, itulah nikmatnya tidur. Semua diluar kendali.
Well, saat sedang melayang-layang di dunia lain, tiba-tiba ada bunyi bising mendengung. Awalnya gw cuekin, "aahh.. ntar juga ilang", gitu pikir gue. Dan seperti biasa, perkiraan gue selalu salah. Bunyi itu semakin keras dan bertambah banyak, kadang muncul kadang menghilang, begitu berulang-ulang. Secuek-cueknya gue, ya terganggu juga. Sial, baru bisa tidur. Eh, udah ada gangguan. Perlahan gw membuka mata... dan... jrengg.... jam weker hanya berjarak 10cm dari mata gue. Ooo yeah... gue tidur sambil naro jam weker disamping kepala. Itu sih bukan masalah. Yang jadi masalah, jam weker itu menunjukkan pukul 3 pagi. Apaaa!!??? Jadi gue baru tidur 1 jam..!!!

Kesal...kesal... sebal....!!@#!
Masih tetap berbaring gue berusaha melihat sumber bising yang mengganggu tadi. Dengan mata yang masih dipenuhi belek, mulut sepet, melintaslah salah satu pengganggu tadi di atas kepalaku. Pasti nebaknya nyamuk kan??

Bukan banget, itu bukan nyamuk. Itu lalat. Lalat yang jam operasionalnya mungkin terganggu, karena setau gue, lalat beroperasi dari pagi sampai sore.

Melihat pengganggu yang tidak biasa ini, gue bangkit dari berbaring dan duduk di tengah kasur sambil mengucek-ucek mata yang rada sepet. Begitu penglihatan gue makin jelas, ternyata....
Jrengg.... ada banyak lalat di pinggir kasur deket ujung kaki gue... No wonder, aktivitas mereka sangat mengganggu. Kaki gue secara otomatis menendang kesana-kemari dengan maksud mengusirnya, dan percuma karena mereka akan terbang sebentar lalu kembali mendarat di tempat yang sama.

Lalu gue teringat, dulu waktu pertama kali pindah ke kamar kos ini, ada sapu lidi kecil yang ditinggalkan pemilik lama. Sapu lidi itu bersih, tampaknya dulu digunakan untuk membersihkan kasur. Untungnya sapu lidi itu tidak gw buang, tapi gw letakkan di celah kecil samping bufet, tempat meletakkan TV 21", dan dinding. Dengan harap-harap cemas gue memasukkan tangan kiri gue ke dalam celah sempit itu sambil meraba-raba dengan ujung jari. Maklum, letaknya agak ke dalam. Yup, dapat. Lalu gw kembali ke ranjang dan duduk di tengah-tengahnya.

Maka dimulailah pertempuran itu. Aku, bersenjatakan sapu lidi kecil melawan gerombolan yakuza lalat. Ciatt..ciatt..bett...bett.. sapu lidi kusabetkan ke kanan dan ke kiri. Aku jadi teringat Naruto saat belajar bersama teman-temannya di kelas Ninja Junior.
Tak terasa sudah 15 menit adegan pertempuran itu berlangsung dan gerombolan yang terbang kesana-kemari tinggal sedikit. Oke... break dulu. Tangan kanan ku sudah terasa pegal. Kulihat bangkai-bangkai mereka berserakan didekat bufet TV. Iseng ku hitung jumlahnya. Fantastis... ada 8 bangkai lalat. Sementara yang masih terbang karena panik akan seranganku mungkin masih 3 ekor lagi. Bagaimana ini..? 3 ekor itu tetap terbang kesana-kemari dan enggan mendarat. Aku malas melancarkan serangan saat mereka terbang. Kemungkinan mereka lolos sangat tinggi. Jadi, sayang buang-buang tenaga. Ku lirik baygon semprot, pembasmi serangga yang ampuh. Apa harus dengan cara ini?? Ga ah... Bukannya aku malas menggunakan teknologi. Terkadang teknologi bukan solusi yang terbaik untuk memecahkan suatu masalah. Disamping itu, aku tidak mau menambah jumlah racun yang mungkin diserap oleh tubuh rapuhku ini.

Putus asa memikirkan sisa lalat yang terbang, aku pun berbaring sambil tangan kanan tetap menggenggam erat sapu lidi kecil. Sambil sesekali menyabet ke udara saat salah satu lalat terbang melintas di atasku, aku berpikir. Sudah tidak mungkin lagi aku melanjutkan tidur karena jam menunjukkan pukul 3.25. 5 menit lagi aku harus keluar untuk membeli makan sahur.

Malam itu. Aku hanya tidur 1 jam. Dan tidak mungkin melanjutkan tidur setelah makan sahur karena aku harus kerja jam 7 pagi.

Tidur malam memang nikmat yang berharga yang jarang aku dapatkan.